Arkeologi UGM (Sheila)

Hai Intipers… lagi pilih jurusan ya ? belum tau minat di jurusan apa ?

Nih aku bakalan kasih jurusan yang keren abis. Namanya jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada. Hah? Arkeologi ? apaan tu ? fosil ? candi ? museum ? kuno amat ?

Tenang, tenang, sapa tau kamu tertarik di jurusan ini. Kenalin aku Sheila Sabena atau biasa dipanggil Sheila saat ini sedang kuliah semester 8 atau angkatan 2013. Asal dari Yogyakarta. Dan sedang bergelut dengan Skripsi he he.

Intipers, jurusan Arkeologi memang tak setenar jurusan ekonomi, hukum, atau kedokteran. Tetapi tahukah kamu ? jurusan ini hanya ada 6 di Indonesia. Yakni Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), Universitas Indonesia (Jakarta), Universitas Udayana (Bali), Universitas Hasanuddin (Makassar), Universitas Jambi (Jambi), dan Universitas Haluoleo (Kendari). Karena nya jurusan ini spesial dan langka. Lalu apa itu jurusan Arkeologi ? Jurusan ini memang tak jauh-jauh dari yang namanya candi, museum, fosil, alat batu, alat tulang, dan prasasti. Namun lebih tepatnya Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau manusia tinggalan-tinggalan yang masih dapat ditemukan atau tinggalan bendawi nya. Dimana dapat diketahui sejarah budaya manusia, menjelaskan proses budaya yang terjadi, dan merekonstruksi cara-cara hidup masa lampau.

Tapi persepsi yang paling sering muncul di masyarakat adalah arkeolog atau orang yang ahli dibidang arkeologi pasti mencari harta karun. Arkeolog tidak mencari harta karun. Arkeolog mencari tinggalan masa lalu untuk dipelajari guna menguak bukti kehidupan masa lampau. Wujud bendawi sebagai  data dalam arkeologi seperti artefak, ekofak, dan sosiofak. Lalu apa bedanya dengan jurusan sejarah ? Tentu berbeda karena arkeologi mencari data melalui tinggalan bendawi sementara sejarah melalui naskah.

Kuliah di arkeologi itu menyenangkan. Ya walaupun pada awalnya aku merasa salah jurusan tetapi setelah diikuti ternyata aku jatuh cinta dengan jurusan ini. Kuliah di jurusan ini ada 2 jenis yakni kuliah di kelas dan kuliah di lapangan. Hampir disetiap mata kuliah pasti akan melakukan kuliah lapangan. Jadi kuliah disini telah membawaku jalan-jalan disekitar Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Menyenangkan sekali bukan ? ya tentu, ketika kuliah lapangan beberapa tempat yang dikunjungi seperti candi, museum, gereja, masjid, taman, benteng, dan situs.

Di awal semester perkuliahan akan diperkenalkan pengantar arkeologi, arkeologi islam, hindu budha, kolonial, dan semakin lama akan semakin mendalam pengetahuan tentang aekologi. Oh iya kuliah di arkeologi UGM akan lebih fokus pada arkeologi di Indonesia. Tapi jangan khawatir karena ada mata kuliah pilihan tentang arkeologi di luar Indonesia seperti Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur, dan Pasifik.

follow_intipjurusan_COMPRES

Perkuliahan akan lebih umum sampai ke semester 5. Pada semester 6 barulah ada penjurusan yakni Arkeologi murni atau Museum. Di Arkeologi murni pun masih dipecah dalam beberapa tema seperti Arkeologi lingkungan, Arkeologi Arsitektur, Arkeologi Prasejarah, Arkeologi Klasik, Arkeologi Kolonial, CRM (Cultural Resource Management), dan Arkeologi Maritim. Penjurusan ini akan lebih memudahkan dalam mengerjakan skripsi.

Selama kuliah di jurusan ini juga ada HIMA atau Himpunan Mahasiswa Arkeologi dimana organisasi ini dapat menjadi wadah atau media untuk lebih mengembangkan diri. Tak lupa disetiap tahunnya organisasi ini akan mengadakan ekspedisi atau penelitian yang pasti akan menjadi pengalaman yang tak telupakan.

Arkeologi Goes To School di Candi Sojiwan.

Mata kuliah di jurusan ini beraneka ragam mulai dari mata kuliah pengantar hingga yang mendalam. Namun, ada beberapa mata kuliah wajib seperti pengantar arkeologi, metode ekskavasi, pengantar museologi, keramologi, sistem informasi arkeologi, dan metode survei arkeologi. Dimana tak lengkap rasanya kuliah di jurusan ini bila tak mengikuti perkuliahan tersebut. Pengantar arkeologi ada di semester pertama dimana mata kuliah menjabarkan secara luas mengenai jurusan arkeologi, mulai dari sejarah, perkembangan ilmu, paradigma, serta isu-isu terkini tentang kearkeologian. Sebagai mahasiswa yang belajar mata kuliah ini akan lebih dibukakan pengetahuan yang sama sekali kosong tentang ilmu ini menjadi tahu dan semakin penasaran dengan jurusan arkeologi. Tak lupa ada juga kuliah lapangannya. Waktu itu aku kuliah lapangan di Candi Sambisari, Museum Purbakala Sangiran, dan Puro Mangkunegaran Solo.

Selanjutnya ada mata kuliah metode ekskavasi yang ada di semester 4. Tak lengkap bila seorang arkeolog tanpa melakukan ekskavasi. Ekskavasi adalah penggalian dibawah tanah untuk menemukan tinggalan masa lampau seperti struktur, batuan candi, alat tulang, alat batu, serta fosil. Ekskavasi sendiri memiliki aturan serta tata cara yang menjadi dasar pengerjaan nya. Di mata kuliah ini dipelajari cara-cara melakukan ekskavasi, hal-hal yang perlu dipersiapkan, etika ekskavasi, penulisan laporan, hingga terjun langsung ke lapangan untuk merasakan bagaimana penggalian yang sesungguhnya. Waktu itu angkatan ku melakukan penggalian di Situs Pucanggunung, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah selama 7 hari. Hal yang menarik pada saat penggalian yakni masyarakat penasaran dengan apa yang kami lakukan dan setiap sore pasti ramai oleh anak-anak yang datang ke lokasi dan bertanya hal-hal lucu kepada kami.

Suasana Ekskavasi di Situs Pucanggunung.

Dalam perkuliahan selain ada mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan tentunya juga ada tugas. Biasanya tugas berupa makalah, laporan penelitian awal, dan laporan perjalanan kuliah lapangan. Ada pula tugas kelompok yang harus dipresentasikan. Yang terpenting adalah harus banyak membaca buku sebagai penambah pengetahuan disamping materi perkuliahan. Tentunya jika rajin kuliah dan rajin mengerjakan tugas pastilah nilai mata kuliah akan bagus. Oh iya jangan ragu apabila kamu merasa tidak mengerti sama sekali dengan dunia arkeologi. Karena pada awalnya mahasiswa baru juga belum memiliki pengetahuan yang cukup. Jurusan ini menerima mahasiswa baru baik dari jurusan IPA atau IPS atau bahasa sekalipun. Karena Arkeologi merupakan ilmu multi disiplin yang membutuhkan bantuan dari disiplin ilmu lain seperti geografi, geologi, kimia, biologi, sejarah, sastra, dan ilmu lainnya.

Prospek kerja di bidang ini sangat luas. Baik di Indonesia maupun di Luar Negeri atau jika ingin melanjutkan studi ke luar negeri juga memiliki peluang yang amat besar. Ada beberapa instansi yang menampung jurusan ini yakni Balai Arkeologi, Balai Pelestarian Cagar Budaya, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, PT Kereta Api Indonesia, Balai Pelestarian Nilai Budaya, Pusat Arkeologi Nasional, dan Balai Konservasi Borobudur. Jika tidak ingin di Instansi bisa juga menjadi dosen, pemerhati budaya, dan kurator museum.

Begitulah sedikit cerita aku selama berkuliah di Jurusan Arkeologi, semoga kamu tertarik ya. Tetap lestarikan warisan budaya bangsa kita !

Kode : X165

6 thoughts on “Arkeologi UGM (Sheila)”

    1. Km bisa daftar lewat jalur snmptn, sbmptn, atau UM UGM
      Kalo mau tau lebih lanjut bisa line aku aja sabenasheila
      Ditunggu

  1. Kak numpang nanya klo d UGM itu ada jurusan ilmu perpustakaan kgk
    Kak klo anak arkeologi itu wajib suka sejarah kgk sih
    Anak arkeologi yg ngambil peminatan museum tuh ngurusin museum atau gmn
    Kira2 prospek paling besar anak arkeologi tuh kerja dmn, kebanyakan alumninya

  2. kak aku tuu suka sama sejarah, ya nilai sejarah juga selalu bagus, tapi aku sukanya sama sejarah yang kisah (perjuangan), cocok gak masuk arkeologi?
    emang gak terlalu tertarik
    tapi aku suka sejarah
    minta pendapatnya

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *