Akupunktur Poltekkes Kemenkes Surakarta (Iin)

Hi sahabat intipers!! Salam sehat dan sukses buat sahabat-sahabat di seluruh pelosok nusantara!! Kenalan yuk! Saya Iin Windayati, mahasiswi dari Diploma-3 Akupunktur POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA. Saya masuk tahun 2017 dan sekarang masih berada di semester 3 akhir ini. Saat ini saya disibukkan dengan kegiatan UAS dan ujian praktik anak kesehatan nama kerennya adalah OSCE heheh. Well, kali ini saya akan mencoba mengulik berbagai cerita tentang pengalaman saya berkuliah di prodi Diploma-3 Akupunktur Poltekkes Kemenken Surakarta sejak tahun 2017 lalu.

Fist time, mengapa di Poltekkes?? Tentu sudah tidak asing lagi bahwa di Poltekkes ini sangat berbeda jauh dengan sebuah Universitas dikarenakan di dalamnya terdapat sistem paket yang menjadikan semua mahasiswa – mahasiswi Poltekkes diberikan rentang waktu 3-4 tahun untuk menyelesaikan study-nya, tentu hal ini tidak bisa menjadikan mahasiswa/i nya lulus lebih cepat dari harapannya. Keunggulannya kuliah di semua Politeknik termasuk politekhnik kesehatan ini lulusannya akan diberikan keahlian sesuai dengan bidang yang digelutinya, jadi setelah lulus tidak akan khawatir dengan skill yang dimiliki. Nah, ini adalah sebuah pertimbangan saya waktu memilih masuk Poltekkes Kemenkes Surakarta jurusan Diploma-3 Akupunktur. Just for your information, Jurusan Akupunktur Poltekkes Kemenkes Surakarta ini terdiri dari Diploma-3 dan Diploma-4 Akupunktur, dan saya akan mengulik bagian dari saya yaitu prodi Diploma-3 Akupunktur.

Mengapa memilih Akupunktur? Sahabat intipers mungkin agak asing dengan “Akupunktur”, tapi saya percaya sedikit banyak dari sahabat sudah pernah menemui atau bahkan pernah treatment dengan metode akupunktur untuk kecantikan atau kesehatan tubuh lainnya. Nah, akupunktur itu sendiri berasal dari Bahasa Yunani yaitu Accus yang berarti jarum dan punctura yang berarti tusuk. Sehingga akupunktur dapat diartikan sebagai upaya pengembalian sistem keseimbangan tubuh (homeostasis) dengan menggunakan metode tusuk jarum. Jarum di sini tentunya bukan jarum suntik ya sahabat intipers, jarum yang kami gunakan adalah jarum sterile khusus akupunktur dan bersifat single use (sekali pakai) yang terbuat dari stainlees steel. Awalnya saya mempertimbangkan bahwa prospek kerja jurusan akupunktur ini masih sangatlah luas. Mengapa Diploma-3? Karena lulusan Diploma-3 Akupunktur Poltekkes Kemenkes Surakarta menurut PERMENKES RI NOMOR 34 TAHUN 2018 tentang izin dan penyelenggaraan praktik akupunktur terapis adalah salah satu tenaga kesehatan siap pakai selain itu juga lulusannya dapat membuka praktik klinik akupunktur secara mandiri tentunya harus memiliki  Surat Tanda Regristasi Akupunktur Terapis (STRAT) dan Surat Izin Praktik  Akupunktur Terapis (SIPAT) yang didapatkan setelah melalui uji kompetensi ya sahabat intipers. Dan Diploma-3 akupunktur adalah kualifikasi pendidikan akupunktur terapis paling rendah yang menjadi salah satu syarat untuk menjadi seorang tenaga kesehatan (nakes). Seringkali orang menganggap kalau di prodi Akupunktur kita hanya belajar menusuk jarum dan sebagai tukang pijat dan lulusannya akan menjadi seorang tukang pijat pula. No, it’s not true and totally wrong.

Selama perkuliahan di prodi Diploma-3 Akupunktur yang terfokus pada kasus nyeri ini kami dituntut untuk belajar secara mendalam ilmu yang memadukan antara ilmu kedokteran timur dengan ilmu kedoteran barat. Sehingga tidak jarang pula kita harus berfikir dan menganalisa supaya kita benar-benar faham apa yang dimaksud oleh ilmu akupunktur yang notabene adalah ilmu kedokteran timur itu. So, di prodi ini kami tidak hanya belajar mendalam tentang ilmu kesehatan akupunktur secara kedoteran timur, tapi juga ilmu kedokteran baratnya serta proses menghafal kurang lebih 360 titik akupunktur adalah makanan sehari-hari kami. Lengkap kan? Lulusan Diploma-3 menjadi seorang pijat?? Akupunktur sekarang telah masuk dalam rumpun keterapian fisik, ya masih bisa dikatakan sebagai tukang pijat setelah lulus, tapi tukang pijat ber-ijazah sah hehehe….dengan ilmu segudang tekhnik pemijatan hihihi….ini dapat memberikan peluang kerja bagi lulusannya di instansi fasilitas pelayanan kesehatan yang terdiri dari puskesmas, Rumah Sakit, klinik, rumah sehat, atau bahkan tempat praktik mandiri akupunktur terapis.

Lalu, apa saja sih yang akan ditemui saat menjadi mahasiswa/i Diploma-3 Akupunktur? Karena akupunktur merupakan ilmu yang dilahirkan dan diadobsi dari negara Tirai Bambu yaitu negara China yang mendasari pemanfaatan titik-titik akupunktur pada tubuh manusia serta jalur meridian. Apa itu titik-titik akupunktur dan jalur meridian? Pada tubuh manusia itu memiliki kurang lebih 360 titik akupunktur yang berasal dari ujung kepala hingga ujung kaki  yang menjadi tempat penusukan jarum akupunktur dengan tujuan mendapatkan homeostasis tubuh. Jalur meridian dalam pengobatan tradisional China (Jingluo=Bahasa Mandarin) adalah jalur yang terdiri dari jalur lintang dan bujur yang menyerupai dengan jalur khayal pada bumi yang berada di dalam tubuh manusia yang merupakan jalur jalan qi (energi) dan menyebar di seluruh tubuh manusia.

Mata kuliah yang paling berkesan versi saya adalah Dasar Diagnosa akupunktur dan keterapian fisik. Kenapa coba, ada yang tahu?? To be honest, di semester 3 ini adalah semester yang bisa mendubrak semangat saya serta mengubah mindset saya tentang jurusan yang saya pilih. Bagaimana tidak, pada awalnya saya berfikir bahwa jurusan saya adalah jurusan monoton yang ditambah lagi dengan ilmu tidak pasti seperti ketika saya mempelajari ilmu filosofi kayu, api, tanah, logam dan air, saya berasa menjadi seorang Aang Avatar dengan segala macam jurusnya di semester 1 kemarin. Dan saya beru sadar dan mendapatkan gubrakan keras di semester 3 ini saya dipertemukan dengan mata kuliah dan dosen yang luar biasa hebatnya dan sangat expert di bidang ilmu Traditional Chinese Medicine yang membuat saya bangkit dan ingin menjadi seperti beliau-beliau semua, doakan saya semoga kelak bisa menyusul kesuksesan beliau-beliau amiin. Di semester 3 ini saya diajarkan banyak hal dalam bentuk praktikum di laboratorium ataupun di kelas. Dari ilmu meridian kita dapat mengetahui organ apa yang terganggu, ilmu diagnosa akupunktur kita diajarkan bagaimana cara kita sebagai seorang terapis dapat memberikan kecurigaan (suspect) dengan 4 cara pemeriksaan secara TCM atau Traditional Chinese Medicine yang terdiri dari (Wang/inspeksi, Wun/anamnesa, Wen/auskultasi, dan Qie/palpasi) 4 cara pemeriksaan inilah kita dapat mengetahui adanya suatu masalah atau penyakit melalui berbagai macam sindrom penyebab penyakit, lidah, mata, kuku, atau bahkan nadi, ilmu moxibustion (pemanasan),dan sampai ilmu bekam-membekam. Di sinilah ilmu itu saya anggap unik dan berbeda dari ilmu-ilmu yang telah saya dapatkan dari kecil sahabat intipers. Misalnya di dalam pemeriksaan nadi, ketika nadi teraba mengambang dan pelan berarti orang tersebut mendapatkan sindrom permukaan (superfisial) dan sindrom dingin defisiensi Yang (sindrom kekurangan panas tubuh) dan tentunya segala macam praktikum yang diberikan oleh dosen-dosen yang luar biasa ini menjadi proses pembelajaran yang menyenangkan dan ada kaitannya bagaimana ketika nanti kita lulus, ilmu itu dapat bermanfaat untuk memberikan penyembuhan suatu penyakit sistem syaraf, otot, reproduksi dll pada pasien-pasien kita , tentunya atas ijin Allah SWT ya sahabat itipers.

Gambar praktikum Moxibustion

Gambar praktikum bekam

 

Dan karena akupunktur termasuk rumpun keterapian fisik maka kita juga akan belajar mengenai anatomi tubuh, fisiologi dan patofisiologi, fisika kelistrikan, biologi, kimia terapan, Bahasa Mandarin yang membawa kita serasa berlibur ke China loh sahabat intipers hihihihi….ada lagi Bahasa Inggris dan kabar baiknya bagi kalian yang tidak begitu mencintai jurusan matematika di jurusan Diploma-3 Akupunktur ini tidak ada mata kuliah matematika loh sahabat intipers.

Oh iya sahabat intipers, sebagai calon tenaga kesehatan kami siswa/i jurusan Akupunktur termasuk Diploma-3 Poltekkes Kemenkes Surakarta harus menerapkan 5S dan 5R nih sahabat intipers. Apa itu 5S dan 5R?? 5S itu terdiri dari (Senyum, Salam, Sapa, Sentuh, dan Service) sebagai budaya layanan kami  dan 5R itu terdiri dari (Rapi, Resik, Ringkes, Rawat, dan Rajin) sebagai budaya kerja kami. Dan sebagai penunjang mutu kualitas lulusannya maka pengurus prodi akan selalu memberikan kuliah umum seputar ilmu akupunktur serta seminar-seminar akupunktur, pelatihan akupunktur dengan berbagai macam tekhnik, serta praktik puskesmas dan klinik di semester 2, 4, dan 5 bagi Diploma-3 di mana mahasiswa/i dikirimkan ke klinik-klinik yang telah bekerjsama dengan pihak kampus pun ikut andil dalam peningkatan mutu kualitas mahasiswa/i jurusan Diploma-3 Akupunktur Poltekkes Kemenkes Surakarta. Tentu hal tersebut akan menjadi point plus dan unforgetable experience dong pastinya.

So, buat sahabat-sahabat intipers yang sedang mengintip-intip program studi Diploma-3 yang berbau-bau kesehatan, Diploma-3 Akupunktur Poltekkes Kemenkes Surakarta patut sahabat semua pertimbangkan hlo!! Kami tunggu kedatangan sahabat untuk bergabung bersama kami keluarga besar Akupunktur Poltekkes Kemenkes Surakarta ya!!

The last time, masih penasaran?? kalau ada pertanyaan atau masih kurang jelas langsung aja ya tanyakan di kolom komentar, terimakasih sahabat intipers dan semoga sedikit informasi ini dapat membantu sahabat semua dan sampai jumpa…


Tentang Penulis: Iin Windayati

Mahasiswi semester 3 akhir, prodi D-3 Akupunktur Poltekkes Kemenkes Surakarta. Lahir di Bangkalan, 1 Oktober 1998. Hobi mengagas ide liar dan mewujudkannya dalam sebuah tulisan.  Mencintai dunia sosial dan dunia organisasi. “Menulislah karena dunia akan mengenalmu dan sejarah akan menceritakanmu.

Instagram        : iin_wdy.id

FB                   : Iin Windayati

Email               : iin.98windayati@gmail.com

Blog                : http://iinwindayatigaleriakupunkturku.wordpress.com/

Kode Konten: X344

2 thoughts on “Akupunktur Poltekkes Kemenkes Surakarta (Iin)”

  1. Malam kak,mau tanya. Semoga sih segera di balas hehehe.
    Kalo untuk sekarang apakah masih luas untuk peluang kerja kedepannya?
    Terimakasih.

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *