Agronomi UGM (Fridia)

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Halo rekan muda Intipers! Perkenalkan, saya Fridia Nur Sofiarani, mahasiswi S1 Agronomi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2014. Daerah asal saya yaitu Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, alhamdulillah diberi kesempatan untuk merantau di kota pelajar Yogyakarta. Senang sekali mendapat kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan wawasan mengenai program studi Agronomi, semoga dapat membantu rekan muda mengatasi kegalauan  dalam memilih jurusan 😉

Apa sih Agronomi itu? Buang jauh-jauh persepsimu bahwa Agronomi itu sama dengan Agribisnis maupun Ekonomi. Pengetahuan yang salah mengenai Agronomi inilah yang membuat tidak sedikit mahasiswa yang “terjerumus” ke jurusan ini dan akhirnya merasa tidak sesuai dengan kegiatan perkuliahan. Apalagi di daftar program studi UGM, Agronomi menempati pilihan paling pertama dan seringkali dipilih akibat kurang pahamnya mengenai program studi tersebut. Maka dari itu, yuk kenali lebih dalam tentang program studi Agronomi, khususnya di Universitas Gadjah Mada.

Agronomi merupakan istilah bahasa yunani yang terdiri dari dua kata yaitu agros berarti lapangan, dan nomos yang memiliki arti pengelolaan. Agronomi adalah ilmu terapan berbasis biologi tumbuhan yang mengkaji pengaruh, interaksi dan mengelola berbagai komponen biotik (hidup) dan abiotik (tidak hidup) pada tanaman (individu maupun populasi untuk dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. Agronomi merupakan garda terdepan dalam bidang pertanian. Mengapa? Karena Agronomi-lah yang mengelola dan menyempurnakan produksi tanaman pertanian agar diperoleh hasil maksimal baik segi kuantitas maupun kualitas. Pengelolaan yang dilakukan mulai dari pengelolaan faktor lingkungan, pemilihan benih atau bahan tanam, sistem pertanaman, pengolahan tanah, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, panen dan pascapanen, serta teknologi budidaya yang digunakan. Jadi, kamu akan mengamati dan mengelola tanaman mulai dari benih berkecambah hingga panen, dari skala pot hingga jutaan hektar areal perkebunan, dari laboratorium hingga terjun ke lahan sesungguhnya.

Program studi Agronomi di UGM berada di bawah Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian. Sebelum tahun 2015, Departemen Budidaya Pertanian mengampu 2 program studi yaitu Agronomi dan Pemuliaan Tanaman, akan tetapi saat ini hanya ada 1 program studi yaitu Agronomi dengan 4 peminatan: Agronomi, Pemuliaan Tanaman, Teknologi Benih dan Hortikultura. Peminatan diarahkan saat memasuki semester 5. Pada empat semester pertama, mahasiswa mengambil mata kuliah wajib fakultas yang diikuti bersama-sama mahasiswa program studi lainnya, jadi teman kuliah dan praktikummu tidak hanya dari program studi yang sama saja.

Lalu, apa matakuliah yang dipelajari di Agronomi? Di luar mata kuliah wajib fakultas, mata kuliah wajib untuk peminatan Agronomi maupun Hortikultura di antaranya: Teknologi Benih, Budidaya Tanaman Semusim, Budidaya Tanaman Tahunan, Fisiologi Tanaman, Ekologi Tanaman, Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman, Manajemen Tanaman, Ilmu Gulma. Sedangkan mata kuliah pilihannya: Pengantar Sistem Pertanaman, Budidaya Tanaman Sayur dan Hidroponik, Lanskap dan Budidaya Tanaman Hias, Pekarangan dan Budidaya Tanaman Buah, Budidaya Tanaman Obat, Budidaya Anggrek, Budidaya Jaringan, Pascapanen Hortikultura, Agroekologi, Pengkajian Lapangan Agronomi dan Topik Khusus Agronomi. See? Semua matakuliah Agronomi berhubungan dengan bagaimana mengelola produksi tanaman agar hasilnya maksimal dan kamu dapat memilih konsentrasi sesuai komoditas yang diminati. Kemudian, ada peminatan Pemuliaan Tanaman yang berkaitan dengan perakitan tanaman dengan varietas baru, akan lebih banyak mempelajari ranah genetika tanaman bak Eyang Mendel, seperti Genetika Molekuler, Pengantar Genetika Kuantitatif, Metode Pemuliaan Tanaman, Pengantar Bioteknologi untuk Pemuliaan Tanaman. Sedangkan peminatan Teknologi Benih yang berkaitan dengan manajemen pengelolaan benih yang diperoleh dari hasil pemuliaan tanaman, akan mempelajari Fisiologi Biji dan Manajemen Perbenihan. Seringkali antar peminatan tersebut berkaitan satu sama lain, sehingga kamu dapat mengambil mata kuliah pilihan di luar peminatan bahkan luar program studi yang kamu ambil. Satu hal yang tidak boleh ketinggalan di Agronomi, kamu wajib mempelajari Biometrika atau matematika terapan seperti Statistika dan Perancangan Percobaan. Jadi, jika ditanya Agronomi itu cenderung ke hafalan atau hitungan, jawabnya adalah: dua-duanya! So, jangan underestimate dengan program studi ini atau program studi manapun ya.

Suasana analisis kadar klorofil di laboratorium

Untuk kegiatan perkuliahan, UGM menganut Student Centered Learning yang mungkin bisa kamu bandingkan dengan kurikulum 2013 di SMA. Tugas dari dosen biasanya tidak jauh dari paper (makalah), presentasi kelompok, resume materi dari berbagai sumber pustaka, survey ke lapangan dan wawancara dengan pelaku pertanian skala kecil maupun besar. Semakin luas wawasanmu dan dalam pemahamanmu mengenai tugas yang diberikan, tentunya akan menjadi nilai plus untuk dirimu sendiri dan di mata dosen. Pemahamanmu akan bertambah dengan adanya praktikum dan laporan yang menyertainya, fieldtrip dan kegiatan kerja lapangan di institusi pertanian yang memiliki kegiatan di bidang agronomi. Bahkan kamu bisa mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa selama 1 semester ke berbagai negara seperti Malaysia, Thailand dan Jepang. Padatnya rutinitas akademik bukan berarti membatasi masa mahasiswamu di bangku kuliah maupun laboratorium, ada IMAGRO sebagai himpunan mahasiswa jurusan yang akan mewadahi kegiatan non akademikmu baik dari segi keprofesian, keorganisasian maupun minat dan bakat.

 

Kegiatan fieldtrip ekologi tanaman mengunjungi lahan sawah mina padi di Sleman
Kegiatan kerja lapangan penulis di Kebun Begonia Lembang, Bandung

 

Setelah lulus, akan dibawa kemana masa depanmu? Tenang, banyak jalan menuju kesuksesan versi dirimu sendiri. Lulusan program studi Agronomi di UGM diarahkan memiliki profil diantaranya sebagai Pelaku di bidang pertanian, Manager, Entrepreneur, Peneliti dan Pendidik. Setiap profil tersebut dapat disesuaikan dengan komoditas yang kamu inginkan. Contohnya, kamu ingin menjadi manager di perusahaan perkebunan kelapa sawit, entrepreuneur agrowisata milikmu sendiri, peneliti di bidang genetika molekuler mengenai tanaman padi, ataupun dosen di Fakultas Pertanian. Adanya profil tersebut juga tidak membatasi jika kamu ingin berkarir di luar bidang agronomi bahkan luar pertanian. Jika tertarik dan memenuhi persyaratan, kamu bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi baik di dalam maupun luar negeri, seperti Thailand (Kasetsart  University, Chiang Mai University), Jepang (Ibaraki University, Yamagata University, Tokyo University of Agriculture and Technology), Belanda (Wageningen University and Research Centre) dan masih banyak lagi. Ataupun jika kalian memilih melanjutkan hidup melalui KUA, tenang saja karena calon menantu idaman adalah anak agronomi, tanaman aja dirawat sepenuh hati apalagi anak-anak kita nanti, eaaaaa~

Bagaimana kesan menjadi mahasiswa agronomi? Tentunya sangat menambah rasa syukur dan kagum ya, kita jadi tahu bagaimana sulitnya memelihara tanaman agar bisa dimanfaatkan jadi pangan, sandang, maupun kebutuhan hidup lainnya. Kita juga jadi sadar bahwa masa depan pangan dan pertanian Indonesia benar-benar bergantung pada generasi mudanya. Uang hanya bisa digunakan membeli makanan, bukan untuk dimakan, pun jangan sampai urusan perut kita menjadi bahan politik negara lain (duh berat haha). Pengalaman terbaik didapat ketika mengikuti berbagai kegiatan fieldtrip karena isinya jalan-jalan ke berbagai institusi dan perkebunan yang ada di sekitar maupun luar Yogyakarta, jadi bisa modus buat refreshing dari kegiatan perkuliahan hahaha.

Jadi, sudah cukup tercerahkan mengenai program studi Agronomi? Sudah mulai tertarik untuk menjadi mahasiswa Agronomi di masa perkuliahan nanti? Jika ada pertanyaan ataupun menginginkan penjelasan tambahan, kamu bisa menuliskan komentar di bawah post ini atau mengontak saya langsung. Yuk bergabung jadi bagian dari solusi pangan dunia, karena kalau bukan kamu siapa lagi?

Fridia Nur Sofiarani

Fridia Nur Sofiarani. Aktif di kegiatan jurusan dan fakultas, serta komunitas pemuda di Yogyakarta. Sibuk bercocok tanam, kata dan momen. Soon to be world future feeder. EMAIL : fridia.nur.s@mail.ugm.ac.id

Kode Konten : X141

 

47 thoughts on “Agronomi UGM (Fridia)”

  1. Assalamu’alaikum kak ? salam kenal. Nama saya rizka salsabila nasution, kelas 3 MAN di salah satu kota kecil di sumatera utara. Saat melihat postingan kakak di blog ini, saya semakin tertarik untuk memilih jurusan agronomi. Yang membuat saya bimbang adalah ketidakmampuan saya untuk percaya kepada diri saya sendiri. Saya ingin kuliah di salah satu universitas indonesia lewat jalur snmptn, tetapi saya ‘minder’ melihat dari mana saya berasal dan nilai saya yang jauh dari kata ‘memuaskan’. Saya hanya takut ‘jatuh’ dan menyesali diri. Rasanya lebih sakit ditolak universitas terkenal daripada ditolak gebetankan kak? Haha. Sekian dari saya kak, saya berharap kakak dapat meluangkan waktu untuk membaca dan membalas email dari saya. Terima kasih assalamu’alaikum.

    1. wa’alaikumsalam Rizka, salam kenal ya. Aku juga berasal dari kota Ciamis, Jawa Barat dan sepertinya hanya aku yang diterima di UGM dari sekolahku dan kotaku melalui jalur SNMPTN (karena sampai saat ini belum ada kabar teman seangkatanku). Jangan berkecil hati untuk bermimpi, menurutku dimanapun kita kuliah, asal bersungguh-sungguh menjalani, akan sama bermanfaatnya. Tuhan tidak pernah salah memilihkan jalan, mungkin saja kita yang belum menyadari kebaikanNya di masa yang mendatang akan terjawab. Semangat selalu!

    1. Halo Aldinand! Sekarang aku menjalani (mudah-mudahan) tahun terakhirku sebagai mahasiswa dan akan melaksanakan penelitian untuk skripsi. Mohon do’anya ya 🙂 Salam kenal 🙂

  2. Hai kak Fridia. Aku minat di agronomi ugm nih kak. Cuma aku masih ragu karena diatas dijelasin harus bisa biometrika atau mamtematika penerapan, saya sedikit kurang di matematika soalnya. Dan kak, bisa jelasin ga kalo agronomi lebih baik Diploma atau sarjana?

  3. Permisi kak mau tanya, saya ada projek tentang tanaman, ada batasan khusus tidak untuk kadar air tiap tanaman hias? Atau kalau kak Fridia punya referensi yang berkaitan dengan yang saya tanyakan tolong kasih tau lewat email saya ya kak. Terimakasih

    1. Hai Nurul! Setiap tanaman memiliki batas kadar air yang mampu disimpan oleh sel-selnya, selebihnya pelajari osmosis dan difusi sel tumbuhan ya. Untuk tanaman hias sendiri, sangat beragam kebutuhan airnua karena ada yang bersifat hidrofit, higrofit dan xerofit. Untuk mencari lebih spesifiknya, silakan cari jurnal penelitian kadar air tanaman hias terkait yang kamu cari. Good luck!

    1. Hai Nurul! Setiap tanaman memiliki batas kadar air yang mampu disimpan oleh sel-selnya, selebihnya pelajari osmosis dan difusi sel tumbuhan ya. Untuk tanaman hias sendiri, sangat beragam kebutuhan airnua karena ada yang bersifat hidrofit, higrofit dan xerofit. Untuk mencari lebih spesifiknya, silakan cari jurnal penelitian kadar air tanaman hias terkait yang kamu cari. Good luck!

    2. Hai Hanifa! Tidak ada syarat khusus untuk melampirkan sertifikat TOEFL baik untuk SNMPTN maupun PBU di UGM untuk jurusan manapun. Sebab nantinya saat diterima UGM, mahasiswa akan diberi tes AcEPT (semacam TOEFL) oleh UGM sendiri dan besar kecilnya nilai ini tidak akan mempengaruhi status penerimaan mahasiswa. Namun dalam beberapa kasus (masih simpang siur), untuk mahasiswa yang nilai AcEPTnya di atas skor tertentu dapat tidak mengikuti kelas Bahasa Inggris dan otomatis mendapat nilai A.

  4. Hai Orys! Tenang kamu tidak sendirian kok, aku pun merasa lemah dalam mempelajari matematika, tapi di kampus kamu akan belajar memperdalam lagi dan kita disini mempelajarinya melalui software yang mempermudah pengerjaaan biometrika. Yang penting kamu belajar gigih :))

    Perbedaan diploma dan sarjana dilihat dari bobot studi dan tujuannya. Diploma memiliki bobot studi 40% teori dan 60% praktik, sedangkan Sarjana sebaliknya. Tujuan pendidikan sarjana adalah mencetak intelektual yang berpikir analitis dan sistematis dalam memecahkan masalah, sedangkan diploma mencetak praktisi terampil yang banyak berkutat dengan kondisi lapangan . Untuk Agronomi sendiri, lulusan S1 diharapkan memiliki kompetensi menjadi praktisi/agronom, manager, planner, entrepreuneur, dosen, peneliti, dsb. Sedangkan diploma sendiri mayoritas ditujukan menjadi teknisi di lapangan.

    Mungkin hanya itu yang bisa aku sampaikan, selebihnya jangan lelah menggali informasi secara mandiri yaa 🙂

  5. Assalamualaikum kak frida… salam kenal kak, kak aku pengen banget nihh di jurusan Agronomi UGM. dulu kakak masuk lewat jalur apa??
    terus kenapa kakak milih podi ini???
    tolong di jawab yah kak. hehe

  6. Wa’alaikumsalam Salma, salam kenal ya!
    Aku masuk lewat jalur SNMPTN dengan rata-rata nilai raport 89 dan melampirkan 2 sertifikat prestasi internasional dan 1 sertifikat prestasi provinsi. Untuk nilai rata2 UN sendiri aku lupa hehe. Bukan bermaksud menyombongkan diri ya, hanya info untuk teman-teman yang sering bertanya seputar nilai 🙂

    Dulu aku SNMPTN memilih pilihan 1 Teknik Pangan UGM dan Hasil Pertanian (TPHP) dan pilihan 2 Agronomi UGM, serta mengosongkan pilihan ke 3 karena saat itu aku tidak berminat kuliah di universitas daerahku sendiri (Jawa Barat). Alasan kenapa memilih 2 prodi tersebut adalah pertama, aku menyukai biologi yang berkaitan dengan tumbuhan; kedua, kedua orangtuaku mendukungku untuk berkarir di dunia pangan, baik di produksi tanaman maupun pascapanen. Jadi bukan masalah besar saat diterima pilihan manapun. Alhamdulillah Allah menakdirkan Agronomi menjadi jalan kuliahku dan aku sangat bersyukur, karena di TPHP sendiri lebih dominan dengan kimia dibanding biologi tumbuhan. Di samping itu, terkait dengan cita-cita besarku yang ingin menjadi Agropolitan Planner untuk daerahku di Ciamis, prodi ini sangat mendukung untuk mempelajari berbagai hal tentang produksi tanaman dan keagroan pada umumnya. Apakah sudah cukup jelas, Salma? Silakan tanya lagi ya ?

    1. kak boleh minta no. WAnya??? biar bisa tanya2 seputar kuliah dll,,,, pengen kenal kakak lebih deket aja.hehe

    1. Halo Didis! Untuk lowongan pekerjaan Agronomi sangat beragam, tergantung minat komoditas yang kamu sukai, seiring berjalannya waktu perkuliahan bisa berubah-ubah. Contoh penggolongan minat komoditas:
      a) industri perkebunan (mayoritas kelapa sawit, karet, teh, kopi, dsb): peneliti, asisten lapangan, manajer produksi, manajer kebun,dsb
      b) pangan: asisten lapangan, peneliti, pegawai kementerian, penyuluh
      c) hortikultura (di perkotaan biasanya berkaitan hidroponik): wiraswasta, teknisi/manajer produksi, dst
      d) agrowisata (buah, tanaman hias, dsb): lanskap, nursery, manajer produksi, dsb
      e) kultur jaringan: peneliti, wiraswasta, manajer produksi
      …masih banyak lagi.

      Tidak hanya di industri pertanian yang menitik beratkan budidaya, kamu juga bisa bekerja ke industri pendukung pertanian: perusahaan pupuk, benih, pestisida, asuransi, bank, koperasi pertanian, jasa lanskap, startup digital (coba cek 8villages, regopantes, sayurbox).

      Kamu juga bisa berkarir yang tidak turun langsung ke lapangan seperti dosen, konsultan, project manager, auditor, dsb.

      Nilai plus agronomi dibanding jurusan pertanian lainnya biasanya dia lebih dapat diterima di seluruh lapangan kerja yang berbasis pertanian karena agronomi mempelajari hampir seluruh aspek dalam pertanian baik konsep maupun teknis.

      Apakah sudah cukup jelas? Silakan tanya lagi ya

  7. Salam kenal kak Fridia 🙂
    Ketika pembelajaran saat kuliah, apakah ada mata pelajaran fisika dan kimia? Jika ada manakah yang dominan? Kalau biologi kan sudah jelas dominan, iya kan kak? Makasih

    1. Halo Rahma, untuk semester pertama perkuliahan, matakuliah wajib yang harus diambil adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Fisika, Kimia (Anorganik untuk smt 1, Organik untuk smt 2), Biologi Umum, Dasar-dasar Manajemen, Pengantar Ilmu Pertanian, dan Pendidikan Pancasila. Untuk Fisika, Kimia dan Biologi disertai praktikum. Meskipun namanya sama seperti pelajaran di SMA, akan tetapi materinya lebih mendalam dan semacam matrikulasi untuk mahasiswa baru. Namanya juga golongan Saintek, ngga mungkin kalo ilmu sains dasarnya tidak dipakai

      Meskipun semester-semester selanjutnya di agronomi lebih membahas tentang biologi tumbuhan (fisiologi, ekologi, dll) dan jurusan lain juga (hama, tanah, air, iklim, dll), akan tetapi di dalamnya tetap mempelajari teori-teori fisika dan reaksi-reaksi kimia. Contohnya tentang kapilaritas akar sama seperti kapiler di fisika, atau hasil fotosintesis yang diuji melalui reaksi kimia tertentu, dsb.

      Intinya, di perkuliahan nanti meskipun terfokus pada satu prodi, bukan berarti pengetahuan kita terkotak-kotakkan dalam 1 lingkup. Faktanya di agronomi sendiri kita nanti akan mendalami mengenai manajemen dan sosial ekonomi yang mempengaruhi praktik agronomi itu sendiri.

  8. Assalamualaikum wr wb kak fridia,kak mau tanya katanya kalo prospek kerja lulusan agronomi itu kebanyakan yang dibutuhkan laki laki, beneran gitu gak ya kak?

    1. Wa’alaikumsalam Rizka, pendapat tersebut benar namun tidak sepenuhnya benar. Laki-laki memiliki peluang karir lebih besar di Agronomi karena dibutuhkan kondisi fisik dan mental yang kuat untuk bekerja di lapangan, terutama asisten perkebunan yang ditempatkan di kebun sawit/komoditas lainnya yang berjuta-juta hektar, dimana tidak ada sinyal dan jauh dari peradaban perkotaan.
      Namun tidak sedikit pula perempuan yang ikut berkecimpung di perkebunan, namun harus disertai fisik dan mental yang sama kuatnya dengan laki-laki.

      Fakta ini bukan berarti mengecilkan porsi lapangan kerja untuk perempuan. Banyak sekali peneliti, dosen, penyuluh, karyawan di perusahaan pertanian maupun pengusaha yang berjenis kelamin perempuan yang tersebar di seluruh Indonesia maupun luar negeri. Kamu juga bisa menciptakan peluangmu sendiri dan tidak minder dengan laki-laki. Menteri Kelautan dan Perikanan saja perempuan, kamu bisa juga lho jadi Menteri Pertanian! Aaamiin ?

  9. kak…boleh dong minta no.WAnya,,,biar enak gitu ngobrolnya. PLISSS YAA KAK!! MAKASIH,,,maaf kalo kurang sopan, tp pengen tahu banyak soal Agronomi

    1. Maaf Salma, untuk saat ini saya hanya berkenan dihubungi lewat komentar di tulisan ini atau email. Mohon menjadi maklum untuk Salma dan teman-teman lainnya ?

  10. Pesan untuk teman-teman semua:
    Jangan lelah mencari informasi secara mandiri, mulai biasakan “google before you ask”. Hitung-hitung melatih diri menjadi seorang mahasiswa yang tak bisa hanya disuapi informasi oleh pihak-pihak yang punya sudut pandang sendiri. Buatlah sudut pandangmu sendiri dan perluaslah wawasan kalian dan jangan mau dikotak-kotakkan oleh satu opini saja.

    Karena saya juga manusia yang punya salah dan bisa lelah hehe ✌

    Tetap semangat semuanya!

    1. Halo Rizsa, seingatku dulu aku melampirkan sertifikat peserta Olimpiade Sains Provinsi untuk bidang Biologi dan 2 sertifikat Credit on International Competitions and Assessments for School (ICAS) dari University New South Wales, Australia di bidang Science.

  11. Assalamualaikum kak,
    Kak saya mau nanya kalo ambil jurusan agronomi itu nanti kalo udah wisuda trs kerjanya apa ya? Saya masih bingung kak.
    Terimakasih

    1. Wa’alaikumsalam Monita,
      Banyak lapangan pekerjaan dan tidak harus selalu berkaitan dengan agronomi. Biasanya sarjana agronomi bekerja di instansi bidang pertanian manapun (pemerintahan, perusahaan, bank, dsb). Tapi tidak sedikit pula yang terjun berwirausaha. Sebenarnya sudah dijelaskan di tulisan dan komentar sebelumnya. Mungkin lebih spesifiknya kamu bisa mencari sendiri ya? 🙂

  12. Saya sebenarnya mau ambil teknik sipil kak, tapi katanya peluang untuk cwek dikit.
    Saya berfikiran untuk masuk prodi agronomii

    1. Halo Ranida! Hampir semua bidang sekarang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar maupun penggunaan sehari-hari. Kemampuan bahasa asing terutama Bahasa Inggris menjadi kebutuhan di zaman globalisasi seperti saat ini, jadi jangan sampai kalah berlomba dengan yang lain ya. Apalagi sekarang eranya pasar bebas, sainganmu dari seluruh penjuru dunia. Jangan malas belajar 🙂

    1. Wa’alaikumsalam Oktavian, jika soal itu aku tidak bisa menjawab karena tergantung dari dirimu sendiri (mau meningkatkan diri atau tidak) dan juga kemampuan pesaing-pesaingmu nantinya saat seleksi. Apabila di dunia perkuliahan, kemampuan Biologi yang baik akan membantumu nantinya dalam memahami materi perkuliahan. Jangan malas belajar!

  13. Assalamu’alaykum kak.. saya masih bingung kak, apa perbedaan agronomi dan agroteknologi??
    Salam hangat dari Bekasi kak?

  14. Assalamualaikum kak Frida, saya Sicilia Diva dari SMKN1 Temanggung, saat ini saya tingkat 3 di jurusan agronomi juga lebih tepatnya ya agribisnis tanaman perkebunan. Pertanyaannya kak kalau nilai rapot kejuruan apakah bisa jadi tambahan untuk jalur SNMPTN prodi agronomi?. terus kalau nilai rapot fisika kimia biologi kurang memuaskan gimana kak ?

  15. Hallo kak, saya mau tanaya apa.bedanya sama agribisnis? Terus kakak tau tidak bagaimana jurusan agribisnis di UGM? Th inj saya ambik UGM, tapi masih nunggu sih pengumuman. Katanya agribksnis di UGM sama di UB beda gtu yg dipelajari, apa benar kak? Bedanya apa ? Makasih

  16. Kak, sekarang saya kelas 12 IPS, rencana tahun depan ingin ambil jurusan agronomi atau nggk agribisnis. Apakah itu akan sulit bagi saya, karna saya kan dari jurusan IPS

Ayo tanya kak Fridia disini ! Kami akan kirim balasan melalui email kamu. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *