Agronomi UGM (Fridia)

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Halo rekan muda Intipers! Perkenalkan, saya Fridia Nur Sofiarani, mahasiswi S1 Agronomi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2014. Daerah asal saya yaitu Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, alhamdulillah diberi kesempatan untuk merantau di kota pelajar Yogyakarta. Senang sekali mendapat kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan wawasan mengenai program studi Agronomi, semoga dapat membantu rekan muda mengatasi kegalauan  dalam memilih jurusan 😉

Apa sih Agronomi itu? Buang jauh-jauh persepsimu bahwa Agronomi itu sama dengan Agribisnis maupun Ekonomi. Pengetahuan yang salah mengenai Agronomi inilah yang membuat tidak sedikit mahasiswa yang “terjerumus” ke jurusan ini dan akhirnya merasa tidak sesuai dengan kegiatan perkuliahan. Apalagi di daftar program studi UGM, Agronomi menempati pilihan paling pertama dan seringkali dipilih akibat kurang pahamnya mengenai program studi tersebut. Maka dari itu, yuk kenali lebih dalam tentang program studi Agronomi, khususnya di Universitas Gadjah Mada.

Agronomi merupakan istilah bahasa yunani yang terdiri dari dua kata yaitu agros berarti lapangan, dan nomos yang memiliki arti pengelolaan. Agronomi adalah ilmu terapan berbasis biologi tumbuhan yang mengkaji pengaruh, interaksi dan mengelola berbagai komponen biotik (hidup) dan abiotik (tidak hidup) pada tanaman (individu maupun populasi untuk dimanfaatkan bagi kepentingan manusia. Agronomi merupakan garda terdepan dalam bidang pertanian. Mengapa? Karena Agronomi-lah yang mengelola dan menyempurnakan produksi tanaman pertanian agar diperoleh hasil maksimal baik segi kuantitas maupun kualitas. Pengelolaan yang dilakukan mulai dari pengelolaan faktor lingkungan, pemilihan benih atau bahan tanam, sistem pertanaman, pengolahan tanah, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, panen dan pascapanen, serta teknologi budidaya yang digunakan. Jadi, kamu akan mengamati dan mengelola tanaman mulai dari benih berkecambah hingga panen, dari skala pot hingga jutaan hektar areal perkebunan, dari laboratorium hingga terjun ke lahan sesungguhnya.

Program studi Agronomi di UGM berada di bawah Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian. Sebelum tahun 2015, Departemen Budidaya Pertanian mengampu 2 program studi yaitu Agronomi dan Pemuliaan Tanaman, akan tetapi saat ini hanya ada 1 program studi yaitu Agronomi dengan 4 peminatan: Agronomi, Pemuliaan Tanaman, Teknologi Benih dan Hortikultura. Peminatan diarahkan saat memasuki semester 5. Pada empat semester pertama, mahasiswa mengambil mata kuliah wajib fakultas yang diikuti bersama-sama mahasiswa program studi lainnya, jadi teman kuliah dan praktikummu tidak hanya dari program studi yang sama saja.

Lalu, apa matakuliah yang dipelajari di Agronomi? Di luar mata kuliah wajib fakultas, mata kuliah wajib untuk peminatan Agronomi maupun Hortikultura di antaranya: Teknologi Benih, Budidaya Tanaman Semusim, Budidaya Tanaman Tahunan, Fisiologi Tanaman, Ekologi Tanaman, Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman, Manajemen Tanaman, Ilmu Gulma. Sedangkan mata kuliah pilihannya: Pengantar Sistem Pertanaman, Budidaya Tanaman Sayur dan Hidroponik, Lanskap dan Budidaya Tanaman Hias, Pekarangan dan Budidaya Tanaman Buah, Budidaya Tanaman Obat, Budidaya Anggrek, Budidaya Jaringan, Pascapanen Hortikultura, Agroekologi, Pengkajian Lapangan Agronomi dan Topik Khusus Agronomi. See? Semua matakuliah Agronomi berhubungan dengan bagaimana mengelola produksi tanaman agar hasilnya maksimal dan kamu dapat memilih konsentrasi sesuai komoditas yang diminati. Kemudian, ada peminatan Pemuliaan Tanaman yang berkaitan dengan perakitan tanaman dengan varietas baru, akan lebih banyak mempelajari ranah genetika tanaman bak Eyang Mendel, seperti Genetika Molekuler, Pengantar Genetika Kuantitatif, Metode Pemuliaan Tanaman, Pengantar Bioteknologi untuk Pemuliaan Tanaman. Sedangkan peminatan Teknologi Benih yang berkaitan dengan manajemen pengelolaan benih yang diperoleh dari hasil pemuliaan tanaman, akan mempelajari Fisiologi Biji dan Manajemen Perbenihan. Seringkali antar peminatan tersebut berkaitan satu sama lain, sehingga kamu dapat mengambil mata kuliah pilihan di luar peminatan bahkan luar program studi yang kamu ambil. Satu hal yang tidak boleh ketinggalan di Agronomi, kamu wajib mempelajari Biometrika atau matematika terapan seperti Statistika dan Perancangan Percobaan. Jadi, jika ditanya Agronomi itu cenderung ke hafalan atau hitungan, jawabnya adalah: dua-duanya! So, jangan underestimate dengan program studi ini atau program studi manapun ya.

Suasana analisis kadar klorofil di laboratorium

Untuk kegiatan perkuliahan, UGM menganut Student Centered Learning yang mungkin bisa kamu bandingkan dengan kurikulum 2013 di SMA. Tugas dari dosen biasanya tidak jauh dari paper (makalah), presentasi kelompok, resume materi dari berbagai sumber pustaka, survey ke lapangan dan wawancara dengan pelaku pertanian skala kecil maupun besar. Semakin luas wawasanmu dan dalam pemahamanmu mengenai tugas yang diberikan, tentunya akan menjadi nilai plus untuk dirimu sendiri dan di mata dosen. Pemahamanmu akan bertambah dengan adanya praktikum dan laporan yang menyertainya, fieldtrip dan kegiatan kerja lapangan di institusi pertanian yang memiliki kegiatan di bidang agronomi. Bahkan kamu bisa mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa selama 1 semester ke berbagai negara seperti Malaysia, Thailand dan Jepang. Padatnya rutinitas akademik bukan berarti membatasi masa mahasiswamu di bangku kuliah maupun laboratorium, ada IMAGRO sebagai himpunan mahasiswa jurusan yang akan mewadahi kegiatan non akademikmu baik dari segi keprofesian, keorganisasian maupun minat dan bakat.

follow_intipjurusan_COMPRES

 

Kegiatan fieldtrip ekologi tanaman mengunjungi lahan sawah mina padi di Sleman
Kegiatan kerja lapangan penulis di Kebun Begonia Lembang, Bandung

 

Setelah lulus, akan dibawa kemana masa depanmu? Tenang, banyak jalan menuju kesuksesan versi dirimu sendiri. Lulusan program studi Agronomi di UGM diarahkan memiliki profil diantaranya sebagai Pelaku di bidang pertanian, Manager, Entrepreneur, Peneliti dan Pendidik. Setiap profil tersebut dapat disesuaikan dengan komoditas yang kamu inginkan. Contohnya, kamu ingin menjadi manager di perusahaan perkebunan kelapa sawit, entrepreuneur agrowisata milikmu sendiri, peneliti di bidang genetika molekuler mengenai tanaman padi, ataupun dosen di Fakultas Pertanian. Adanya profil tersebut juga tidak membatasi jika kamu ingin berkarir di luar bidang agronomi bahkan luar pertanian. Jika tertarik dan memenuhi persyaratan, kamu bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi baik di dalam maupun luar negeri, seperti Thailand (Kasetsart  University, Chiang Mai University), Jepang (Ibaraki University, Yamagata University, Tokyo University of Agriculture and Technology), Belanda (Wageningen University and Research Centre) dan masih banyak lagi. Ataupun jika kalian memilih melanjutkan hidup melalui KUA, tenang saja karena calon menantu idaman adalah anak agronomi, tanaman aja dirawat sepenuh hati apalagi anak-anak kita nanti, eaaaaa~

Bagaimana kesan menjadi mahasiswa agronomi? Tentunya sangat menambah rasa syukur dan kagum ya, kita jadi tahu bagaimana sulitnya memelihara tanaman agar bisa dimanfaatkan jadi pangan, sandang, maupun kebutuhan hidup lainnya. Kita juga jadi sadar bahwa masa depan pangan dan pertanian Indonesia benar-benar bergantung pada generasi mudanya. Uang hanya bisa digunakan membeli makanan, bukan untuk dimakan, pun jangan sampai urusan perut kita menjadi bahan politik negara lain (duh berat haha). Pengalaman terbaik didapat ketika mengikuti berbagai kegiatan fieldtrip karena isinya jalan-jalan ke berbagai institusi dan perkebunan yang ada di sekitar maupun luar Yogyakarta, jadi bisa modus buat refreshing dari kegiatan perkuliahan hahaha.

Jadi, sudah cukup tercerahkan mengenai program studi Agronomi? Sudah mulai tertarik untuk menjadi mahasiswa Agronomi di masa perkuliahan nanti? Jika ada pertanyaan ataupun menginginkan penjelasan tambahan, kamu bisa menuliskan komentar di bawah post ini atau mengontak saya langsung. Yuk bergabung jadi bagian dari solusi pangan dunia, karena kalau bukan kamu siapa lagi?

Fridia Nur Sofiarani

Fridia Nur Sofiarani. Aktif di kegiatan jurusan dan fakultas, serta komunitas pemuda di Yogyakarta. Sibuk bercocok tanam, kata dan momen. Soon to be world future feeder. EMAIL : fridia.nur.s@mail.ugm.ac.id

Kode Konten : X141

 

7 thoughts on “Agronomi UGM (Fridia)”

  1. Assalamu’alaikum kak 😊 salam kenal. Nama saya rizka salsabila nasution, kelas 3 MAN di salah satu kota kecil di sumatera utara. Saat melihat postingan kakak di blog ini, saya semakin tertarik untuk memilih jurusan agronomi. Yang membuat saya bimbang adalah ketidakmampuan saya untuk percaya kepada diri saya sendiri. Saya ingin kuliah di salah satu universitas indonesia lewat jalur snmptn, tetapi saya ‘minder’ melihat dari mana saya berasal dan nilai saya yang jauh dari kata ‘memuaskan’. Saya hanya takut ‘jatuh’ dan menyesali diri. Rasanya lebih sakit ditolak universitas terkenal daripada ditolak gebetankan kak? Haha. Sekian dari saya kak, saya berharap kakak dapat meluangkan waktu untuk membaca dan membalas email dari saya. Terima kasih assalamu’alaikum.

    1. wa’alaikumsalam Rizka, salam kenal ya. Aku juga berasal dari kota Ciamis, Jawa Barat dan sepertinya hanya aku yang diterima di UGM dari sekolahku dan kotaku melalui jalur SNMPTN (karena sampai saat ini belum ada kabar teman seangkatanku). Jangan berkecil hati untuk bermimpi, menurutku dimanapun kita kuliah, asal bersungguh-sungguh menjalani, akan sama bermanfaatnya. Tuhan tidak pernah salah memilihkan jalan, mungkin saja kita yang belum menyadari kebaikanNya di masa yang mendatang akan terjawab. Semangat selalu!

    1. Halo Aldinand! Sekarang aku menjalani (mudah-mudahan) tahun terakhirku sebagai mahasiswa dan akan melaksanakan penelitian untuk skripsi. Mohon do’anya ya 🙂 Salam kenal 🙂

  2. Hai kak Fridia. Aku minat di agronomi ugm nih kak. Cuma aku masih ragu karena diatas dijelasin harus bisa biometrika atau mamtematika penerapan, saya sedikit kurang di matematika soalnya. Dan kak, bisa jelasin ga kalo agronomi lebih baik Diploma atau sarjana?

Ayo tanya kak Fridia disini ! Kami akan kirim balasan melalui email kamu. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *